squid.conf Syntax

squid

squid


squid.conf adalah file konfigurasi untuk squid. Untuk mengkonfigurasi squid.conf relatif mudah, setiap baris dimulai dengan konfigurasi direktif, dan diikuti oleh beberapa nilai/kata kunci. Squid mengabaikan baris kosong dan baris komentar (yang dimulai dengan #) saat membaca dari file konfigurasi.

Berikut adalah contoh garis besar beberapa konfigurasi dari squid.conf



cache_log /squid/var/cache.log

# Mendifiniskan acl untuk localhost

acl Localhost src 127.0.0.1/32

connect_timeout 2 minutes

log_fqdn on

Konfigurasi dari squid.conf hanya mengambil satu nilai saja,ketika terjadi perulangan perintah dengan nilai yang berbeda dari sebelumnya. Misalnya sebuah nilai connect_timeout. Sebagai contoh baris pertama berikut ini tidak memiliki pengaruh/efek karena baris kedua menimpa baris pertama.


connect_timeout 2 minutes

connect_timeout 1 hour

Disisi lain, ada beberapa aturan untuk daftar nilai. Setiap kemunculan direktif baru menambahkan sebuah nilai baru kedaftar nilai yang ada. Direktif extension_methods bekerja seperti cara berikut


extension_methods UNGET

extension_methods UNPUT

extension_methods UNPOST

Diatas,perintah tersebut berurutan, bisa juga menempatkan beberapa nilai pada baris yang sama atau dalam satu baris yang sama.


extension_methods UNGET UNPUT UNPOST

Demikian juga dengan perintah yang mengacu pada ukuran file atau besar memori. Dapat ditulis untuk spesifikasi ukuran tersebut dengan angka desimal, diikuti oleh byte, KB, MB atau GB. Misalnya:


minimum_object_size 12 bytes

request_header_max_size 10 KB

maximum_object_size 187 MB

Jenis lain yang biasanya digunakan adalah toggle/switch yang berupa nilai on dan off. Untuk perintah tersebut dapat ditulis sebagai berikut


server_persistent_connections on

strip_query_terms off

prefer_direct on

Secara umum,arahan untuk file konfigurasi dapat ditulis secara tidak berurut. Namun urutannya menjadi penting ketika ketika salah satu direktif memuat referensi yang telah didefinisikan oleh direktif yang lain/direktif sebelumnya. Dapat diambil contoh untuk perintah access control. Sebuah acl harus didefinisikan sebelum dapat digunakan dalam aturan http_acces.


acl Foo src 1.2.3.4

http_access deny Foo

Banyak hal dalam squid.conf bersifat case-sensitif,seperti halnya penamaan direktif. Tidak bisa menulis perintah http_port dengan menuliskan HTTP_port. File squid.cond yang standar berisi komentar direktif yang menjelaskan masing-masing fungsinya yang disertai nilai defaultnya. Misalnya


#  TAG: persistent_request_timeout

#       How long to wait for the next HTTP request on a persistent

#       connection after the previous request completes.

#

#Default:

# persistent_request_timeout 1 minute

Setiap kali saat menginstall squid, file konfigurasi squid.conf secara default terdapat dalam direktori /etc/$prefix atau /etc/squid. Dapat membaca post sebelumnya tentang cara kerja web caching agar lebih mengenal squid.conf .

This entry was posted in Linux Server and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s