Konsep dasar Komunikasi seluler

Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti.Telekomunikasi adalah penyampaian informasi dari transmitter ke receiver

3 Komponen komunikasi

komponen komunikasi

komponen komunikasi

1. Sumber informasi, dapat berupa suara data dan histogram
2. Terminal dibedakan atas transmitter dan receiver
3. Media/jalur transmisi terdiri dari
– Media Fisik (disebut dengan sistem wireline) seperti kabel dan fiber optik
– Media non fisik (dsibeut juga sistem seluler) menggunakan udara bebas ( gelombang radio) sebagai media penghantar seperti satelit.

Komunikasi sistem wireline memiliki karakteristik:

1.Mobilitias pengguna terbatas (dibatasi oleh panjang kawat/kabel)
2. Kapasitas sistem kecil (kecuali fiber optik)
3. Ekspansi sistem memiliki kendalaa yaitu:
– Kondisi alam
– Teknologi

Untuk mengatasi keterbatasan komunikasi wireline maka dikembangkan komunikasi nirkabel (seluler). Komunikasi seluler memiliki karakteristik:
1. Mobilitias pengguna tidak terbatas (pembatasnya adalah daerah jangkauan dari sistem)
2. Kapasitas sistem relatif lebih besar
3. Mudah untuk di ekspansi

Ditinjau dari segi daerah jangkauan (coverage) maka sistem komunikasi bergerak dapat dibedakan menjadi 2 macam:

1. Komunikasi Sistem Konvesional ( Large Zone)

sistem komunikasi konvensional

sistem komunikasi konvensional

Pada sistem ini base station melayani wilayah yang sangat luas dengan radius 40 km. Keuntungan dari sistem ini adalah relatif lebih mudah dalam hal switching, charging dan transmisi.

Sistem konvesional memiliki karakteristik sebagai berikut
1. Daerah jangkauan luas
2. Daya yang digunakan besar
3. Kapasitas sistem masih rendah
4. Modulasi analog berupa frequency modulation (FM) sehingga memerlukan bandwith yang besar.
5. Belum menggunakan handoff belum terhubung ke jaringan public service telphone network (PSTN)
6. Komunikasi hanya untuk suara (voice) saja

Kekurangan dari sistem konvesional adalah sebagai berikut

a. Kesanggupan pelayanan terbatas
Daya yang dipancarkan harus besar dan antena harus tinggi. Selain itu area layanan dibatasi oleh lengkungan bumi. Ketika pelanggan sedang melakukan pembicaraan dan keluar dari suatu wilayah pelayanan maka pembicaraan terputus karena tidak memiliki fasilitas handoff dan harus dilakukan inisialisasi ulang.

b. Unjuk kerja pelayanan kurang baik
Sistem konvesional ini hanya memiliki jumlah kanal yang sedikit, sehingga blocking menjadi sangat besar.

c. Tidak efisien dalam penggunaan bandwith

Tidak emnggunakan pengulangan frekuensi sehingga jumlah kanal yang dialokasikan pada setiap sel akan sangat kecil.

Sistem konvesional walaupun secara ekonomi dan teknologi belum menguntungkan, tetapi telah membangkitkan penelitian untuk mengembangkan sistem komunikasi seluler yang lebih baik.

2. Komunikasi Sistem Seluler (Multi Zone)

sistem komunikasi seluler

sistem komunikasi seluler

Dalam sistem ini pelayanan dibagi menjadi daerah- daerah yang lebih lebih kecil yang disebut dengan sel dan setiap sel dilayani oleh sebuah RBS ( Radio Base system). Antar RBS masing-masing sel saling terintegrasi dan dikendalikan oleh suatu MSC ( Mobile Switching Mobile).

Prinsip dasar dari arsitektur sistem seluler adalah
1. Pemancar mempunyai daya pancar yang rendah dan cakupan yang kecil
2. Menggunakan prinsip penggunaan kembali frekuensi (Frequency Reuse)
3. Pemecahan sel ( Cell splitting) pada sel yang telah jenuh.

Karakteristik dari sistem komunikasi seluler adalah
1. Alokasi bandwith kecil
2. Efesiensi pemakaian frekuensi sangat tinggi, karena penggunaa frequency reuse.
3. Modulasi digital
4. Daerah pelayanan dibagi  atas daerah-daerah kecil yang diebut dengan sel, sering disebut dengan sistem seluler.
4. Daya yang dipergunakan kecil
5. Memiliki handoff
6. Efisiensi kanal tinggi karena menggunakan metode akses jamak (multiple acces) seperti frequency division multiple acces (FDMA), Time division multiple acces (TDMA) dan code division multiple acces (CDMA).
7. Terhubung ke PSTN

Keuntungan dari sistem Seluler
1. Kapasitas pelanggan besar
2. Efisiensi dalam penggunaan pita frekuensi karena memakai prinsip pengulangan frekuensi
3. Kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap kepadatan lalu lintas atau trafik karena sel dapat dipecah-pecah.
4. Kualitas pembicaraan baik karena tidak sering terputus
5. Kemudahan untuk pemakai.

Setiap sel dengan base station (BS) terhubung ke mobile switching center (MSC). MSC ini yang akan menghubungkan sistem seluler dengan sistem wireline PSTN atau sebaliknya. Dengan adanya kemampuan berhubungan dengan komunikasi wireline yang telah ada menjadikan sistem seluler mendukung perkembangan komunikasi global di masa yang akan datang.

Sistem seluler di masa yang akan datang harus mendukung
1. Mobilitas pengguna (personal mobility)
Setiap pengguna dengan satu nomor yang unik dapat dihubungi kapan saja dengan terminal apa saja.
2. Mobilitas terminal ( terminal mobility)
Setiap pengguna dapat dihubungi oleh pengguna lain dengan terminal apa saja.
3. Mobilitas manajemen ( management mobility)
Mobilitas ini dapat mendeteksi keberadaan pengguna dimana saja dan mendukung mobilitas pengguna serta mobilitas terminal.

Kemampuan mobilitas yang dimiliki oleh komunikasi seluler menjadikan komunikasi dimasa yang akan datang adalah komunikasi “kapan saja,dimana saja dan dengan siapa saja”.

Pesatnya perkembangan komunikasi seluler sangat dimungkinkan adanya dukungan kemajuan dari teknologi lain yaitu:
1. Rangkaian Integrasi (IC) menghasilkan IC untuj prosesor dengan kecepatan yang sangat tinggi, serta IC memory dengan kapasitas yang besar.
2. Power supply/baterai, umur kerja dari terminal menjadi lebih lama/panjang.
3. Metode akses seperti FDMA, TDMA, dan CDMA. Pemakaian metode akses ini menjadikan penggunaan kanal menjadi lebih efisien.
4. Modulasi digital
5. Jaringan Intelejen (IN) menjadikan kegagalan akibat routing dapat diperkecil.
6. Antena, dengan smart antena diperoleh gain dan diversity antena yang baik.
7. Pengolah sinyal digital atau digital signal prosessing (DSP) dapat menghasilkan kualitas sistem yang baik.
8. Perangkat lunak (software), menjadikan komunikasi lebih user friendly.

This entry was posted in Telekomunikasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s