Transmisi analog vs transmisi digital

Transmisi analog

analog sinyal

analog sinyal

Sebuah bentuk gelombang/sinyal analog yang ditandai secara terus menerus sepanjang variabel amplitudo dan frekuensi. Dalam kasus telepon, misalnya, ketika berbicara ke handset, terdapat perubahan tekanan udara di sekitar mulut. Perubahan-perubahan dalam tekanan udara diterima oleh handset, kemudian diperkuat dan diubah menjadi fluktuasi sesaat, atau tegangan. Ketika datang sebuah sirkuit analog, juga apa yang kita sebut sebagai linewe voice-grade, perlu mendefinisikan band frekuensi dimana ia beroperasi. Suara manusia misalnya, biasanya dapat menghasilkan frekuensi dari 100 Hz sampai dengan 10.000 Hz, dengan bandwitih 9900 Hz. Tapi telinga tidak memerlukan berbagai frekuensi untuk mendapatkan makna dari pembicaraan, mayoritas pembicaraan yang kita buat merupakan suara yang memiliki frekuensi 250 Hz – 3400 Hz. Oleh karena itu, industri telepon biasannya mengalokasikan bandwith total 4000 Hz untuk transmisi suara. Ingat bahwa spektrum frekuensi total twisted- pair 1MHz. Untuk penyediaan sirkuit analog kelas suara, dibatasi dengan filter bandwith yang diletakkan pada sirkuit, untuk menyaring semua frekuensi diatas 4000 Hz. Itulah mengapa sirkuit analog hanya dapat melakukan kecapatan yang rendah dalam hal komunikasi data. Laju data maksimum melalui fasilitas analog adalah 33,6 Kbps bila terdapat loop di kedua ujungnya.

Bagaimana dengan modem dengan kecepatan 56Kbps
Dengan modem 56Kbps, hanya salah satu ujung loop yang analog, untuk ujung sambungan harus digital. Jadi dengan kata lain, jika menggunakan modem 56Kbps untuk mengakses ISP, harus memiliki koneksi analog dari rumah ke local exchange. Tapi ISP memiliki DSL atau fasilitas terminasi digital pada local exchange tersebut.

Untuk fasilitas analog memiliki bandwith yang terbatas, yang berarti tidak dapat mendukung data berkecapatan tinggi. Karakteristik lain dari analog adalah noise terakumulasi sebagai sinyal yang melintasi jaringan.Sebagai sinyal yang bergerak menyebabkan hilangnya daya/power. Faktor-faktor yang menyebabkan adalah kelembapan tanah dan kabel. Ketika sinyal tiba di amplifier tidak hanya terdapat kehilangan power tapi juga gangguan dan noise. Jadi dalam jaringan analog, setiap kali sinyal berjalan melalui sebuah amplifier, maka noise akan diakumulasi. Setelah mencampur kopi dan krim, maka tidak dapat dipisahkan lagi. Konsep yang sama berlaku pada jaringan analog, setelah sinyal tercampur dengan noise, maka tidak dapat dipisahkan lagi, dan sebagai hasilnya suara banyak terdapat noise dan high error rates yang tinggi.

Transmisi digital

digital sinyal

digital sinyal

Transmisi digital sangat berbeda dengan transmisi analog yaitu adalah hal sinyal, sinyal digital lebih sederhana dibandingkan dengan sinyal analog. Bukan berupa variabel gelombang yang terus menerus, melainkan serangkaian diskrit pulsa yang direpresentasikan dengan bit satu dan bit nol (lihat gambar). Komputer menggunakan skema pengkodean ( disebut dengan collating sequence) yang mendefinisikan sebuah kombinasi dari satu dan nol yang semua itu merupakan set karakter pada semua karakter (misalnya, huruf kecil,huruf besar, tanda baca, angka, kontrol fungsi keyboard).

Bagaimana satu dan nol secara fisik dibawa melalui jaringan, itu tergantung pada apakah jaringan elektrik atau optik. Dalam jaringan elektrik, bit satu direpresentasikan sebagai tegangan tinggi dan bit nol direpresentasikan sebagai null/kosong, atau tegangan rendah. Dalam jaringan optik, bit satu representasi oleh kehadiran cahaya, dan bit nol representasi oleh ketiadaan cahaya. Satu dan nol merupakan sebuah switch atau tombol on/off yang dikondisikan melalui jaringan, dan dipaketkan kembali ke perangkat penerima untuk menentuka karakter apa yang direpresentasikan.

Karena sinyal digital lebih mudah untuk merepreduksi daripada sinyal analog, dapat memperlakukan sinyal digital dengan sedikit hati-hati pada jaringan. Daripada menggunakan sebuah dumb amplifier, jaringan digital menggunakan repeater regeneratif, yang disebut juga regenator sinyal. Sebagai penguat pulsa digital untuk pengiriman jarak jauh, juga mengalami ehilangan power/daya, sama seperti sinyal analog. Pulsa digital, seperti sinyal analog, terkikis oleh gangguan pada jaringan, Ketika sinyal melemah kemudian masuk ke repeater regeneratif, dimana repeater akan memeriksa sinyal untuk menentukan apa yang seharusnya dikodekan,apa satu tau apakah seharusnya nol. Repeater meregenerasi sinyal baru untuk menyampaikan kepada titik selanjutnya dalam jaringan, pada dasarnya menghilangkan noise dan dengan begitu akan meningkatkan error rate.

Transmisi Analog Versus Digital

Fitur Karakteristik Analog Karakteristik Digital
Sinyal Continuously variable, baik dalam amplitudo dan frekuensi Diskrit sinyal, direpresentasikan baik sebagai perubahan tegangan atau perubahan pada tingkat cahaya
kapasitas pengukuran Hz (misalnya, saluran telepon 4kHz ) Bit per detik ( misalnya, T-1 line kecepatan 1,544 Mbps, dan E -1 line kecepatan 2.048Mbps )
Bandwidth Bandwidth rendah ( 4KHz ), yang berarti tingkat transmisi data rendah (sampai 33.6Kbps ) karena bandwidth saluran terbatas Bandwidth tinggi yang dapat mendukung aplikasi data berkecepatan tinggi yang melibatkan video dan multimedia
Kapasitas Jaringan Rendah; satu percakapan per saluran telepon Tinggi; multiplexer memungkinkan percakapan untuk berbagi saluran komunikasi dan karenanya itu mencapai efisiensi transmisi yang lebih besar
Manajemen Jaringan Buruk, banyak tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pemeliharaan jaringan dan kendali karena perangkat dumb analog tidak menyediakan aliran informasi manajemen yang memungkinkan perangkat untuk dikelola dari jarak jauh Baik; smart devices yang menghasilkan alert, alarm, statistik lalu lintas, dan pengukuran kinerja, dan teknisi di network control center( NCC ) atau network operations center ( NOC ) jarak jauh yang dapat memonitor dan mengelola berbagai elemen jaringan
Struktur Sinyal Tinggi, sinyal berisi berbagai frekuensi dan amplitudo Rendah; hanya dua sinyal diskrit yaitu satu dan nol yang akan ditransmisikan
Keamanan Buruk, ketika memasuki sebuah sirkuit analog, dapat mendengar aliran suara dalam bentuk asli, dan sulit untuk mendeteksi penyusupan Baik, enkripsi dapat digunakan
Error rates Tinggi; 105 bit ( yaitu, 1 dalam 100.000 bit ) dijamin memiliki kesalahan Rendah; dengan twisted-pair, 107 bit ( yaitu, 1 dalam 10 juta bit ) memiliki kesalahan, Sedangkan satelit, 109 bit ( yaitu, 1 dalam 1 milyar bit ) memiliki kesalahan, dan dengan serat optik, 1011 bit ( yaitu, 1 dalam 100 milyar bit ) untuk 1013 bit ( yaitu, 1 dari 10 triliun bit ) memiliki kesalahan

Konversi: Codec dan Modem

Sekarang ini tidak ada teknologi yang secara murni menggunakan digital semua atau analog semua, namun memiliki campuran dari dua transmisi tersebut, yaitu transmisi digital dan transmisi analog. Oleh karena itu, pada berbagai titik dalam jaringan, perlu untuk mengkonversi antara dua jenis sinyal. Perangkat yang menangani konversi adalah codec dan modem.

transmisi

transmisi

Sebuah codec ( coder-decoder) mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital. Ada codec yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Untuk PSTN misalnya, terdapat codec yang meminimalkan jumlah bit per detik yang dibutuhkan untuk membawa suara digital melalui PSTN. Dalam jaringan seluler, karena kendala dan spektrum yang tersedia, codec perlu mengompres suara secara lebih lanjut untuk mendapatkan yang paling efisien dalam penggunaan spektrum. Codec diterapkan untuk momunikasi video juga, yang memerlukan teknik kompresu yang spesifik untuk memindahkan sinyal bandwith tinggi dalam saluran yang terbatas.

Modem (modulate-demodulate) digunakan untuk menanamkan data digital ke fasilitas trasmisi dan sebaliknya. Beberapa modem yang dirancang khusus untuk bekerja secara khusus dengan fasilitas digital ( misalnya, modem ISDN, ADSL modem). Modem memanipulasi variabel-variabel dari gelombang elektromagnetik untuk membedakan antara satu dan nol.

Meskipun memungkinkan untuk mengkonversi antara jaringan analog dan digital, secara umum, konversi sebuah link lemah pada jaringan. Konversi adalah titik dimana masalah jaringan dapat terjadi, peluang untuk kesalahan dan distorsi ada. Oleh karena itu, idealnya adalah bergerak ke menuju ditigal end-to-end dan optik end-to-end. Ini berarti bahwa tempat antara pemancar dan penerima sinyal perlu melakukan konversi.

This entry was posted in Telekomunikasi, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s