Teknik multiplexing

Multiplexing adalah suatu teknik dimana informasi ( suara atau data ) berasal lebih dari satu sumber yang disampaikan melintasi satu media umum, dan dikirimkan ke penerima yang sesuai.

Space division multiplexing (SDM)

Perpindahan divisi ruang, melibatkan sambungan langsung dari satu jalur yang lain. Ini semacam switching yang digunakan dalam semua pertukaran awal, dan ini masih merupakan bagian penting dari pertukaran digital modern.

Time division multiplexing (TDM)

Time division multiplexing

Time division multiplexing

Pada TDM, multiplexing berlangsung dalam domain waktu ( lihat gambar ). Data stream dari beberapa sumber digpada saluran umum secara berurutan, dalam waktu, dalam urutan tertentu. Jika ada 4 saluran untuk multiplexing seperti ini, masing-masing sumber akan memiliki akses ke saluran untuk 1 / 4 ( 25 % ) dari waktu.

Contoh umum dari TDM adalah sistem carrier T-1 dan T-3 , di mana PCM stream diciptakan untuk setiap percakapan atau aliran data, dan kemudian digabungkan dengan TDM ke saluran umum.

Sebuah variasi pada tema ini adalah statistical multiplexing ( STDM ), di mana node input yang tidak ada untuk mengirim dilewati, sehingga meningkatkan waktu yang tersedia untuk node yang tersisa.

FDM (frequency division multiplexing)

frequency division multiplexing

frequency division multiplexing

Dalam frequency division multiplexing ( FDM ), multiplexing berlangsung dalam domain frekuensi ( lihat gambar ). Berbagai sinyal dipisahkan tidak dalam waktu, tetapi dalam frekuensi. FDM memberikan frekuensi ( tetap) pembawa diskrit untuk setiap saluran, dan kemudian memodulasi masing-masing carrier dengan input saluran masing-masing. Dengan asumsi bahwa ada 4 saluran dan total bandwidth yang tersedia adalah antara 1 dan 2 MHz, bandwidth yang tersedia maksimum per saluran (2 – 1) / 4 = kHz 1 / 4 MHz atau 250. Dalam praktik ini akan sedikit berkurang karena sebuah ‘ guard band ‘ memisahkan saluran pada domain frekuensi.

WDM (Wavelength division multiplexing)

Wavelength division multiplexing

Wavelength division multiplexing

Wavelength division multiplexing ( WDM ) digunakan pada serat optik dan merupakan setara dengan optik dari FDM (lihat gambar). Gelombang cahaya dengan panjang gelombang cahaya yang berbeda ( yaitu berbeda ‘ warna ‘ ) digunakan untuk membawa aliran terpisah dari informasi, sehingga menciptakan beberapa saluran pada serat optik yang sama. Sinar cahaya yang berbeda termodulasi digabungkan dan ditransmisikan sebagai satu berkas cahaya ke serat komposit, dan pada akhir yang menerimanya secara optik dibagi menjadi aliran individu, yang kemudian didemodulasi.

DWDM (Dense waveform division multiplexing)

Dense waveform division multiplexing ( DWDM ) terkait dengan WDM dan menawarkan bandwidth yang lebih tinggi.Ini secara efektif menciptakan serat beberapa virtual dalam satu serat fisik, masing-masing serat virtual yang membawa beberapa saluran. Jadi, misalnya, delapan saluran optik dari 2,5 Mbps masing-masing dapat dikombinasikan untuk memberikan data rate efektif 20 Mbps. Teknologi yang terlibat berkembang pesat dan pada akhir tahun 1999 itu sudah memungkinkan untuk membawa 96 stream data yang terpisah.

Dengan teknologi baru yang disebut UDWDM ( ultra-dense WDM ) Bell Labs memiliki sistem prototyped  yang dapat menjalankan lebih dari 1000 saluran serat tunggal, masing-masing saluran beroperasi sampai dengan 160 Gbps.

This entry was posted in Telekomunikasi, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s