Frequency Division Multiple Access

FDMA membentuk dasar bagi sistem yang banyak digunakan untuk publik selular pertama di Amerika Utara. Terutama untuk Advanced  Mobile Phone System ( AMPS ), dikembangkan terutama oleh AT & T Inc pada awalnya digunakan di Amerika Utara dengan peluncuran kecil di Mexico City pada tahun 1981. Di Amerika Serikat penyebaran pertama berada di daerah Chicago pada tahun 1983, menandai awal dari peluncuran nasional layanan selular bagi masyarakat. Sistem ini menempati pada band 800 MHz ( “band seluler ” ) menggunakan spasi channel 30 kHz  yang masih digunakan pada band sampai saat ini.

ETACS (European Total Access Communication  System) diterjunkan di Eropa, dengan sedikit perbedaan dari AMPS sebelumnya yaitu pada spasi channel 25 kHz. Demikian pul  N-AMPS ( Narrowband AMPS ) dikembangkan oleh Motorola untuk bekerja dalam  channel 10 kHz, sehingga meningkatkan kapasitas AMPS. Awal sistem FDMA ini juga disebut sebagai “sistem selular generasi pertama”.

Sistem FDMA umumnya beroperasi dengan masing-masing base station pada sebuah sel kluster yang menempati frekuensi yang terpisah baik dalam band pengirim dan penerima (faktor frekuensi  reuse terbatas), dan dengan setiap frekuensi  band hanya  melayani satu pelanggan selular. Sebuah contoh high-level dari alokasi spektrum untuk sistem FDMA digambaran pada Gambar 1.

Sistem generasi pertama ini yang didasarkan pada FDMA terutama sistem analog, seperti AMPS. Tidak berarti bahwa tidak mungkin untuk membawa informasi digital pada carrier FDMA Namun sistem AMPS mentransmisikan suara dalam format analog tetapi informasi kontrol ditransmisikan dalam format digital secara blank (kosong) dan brust (yang berarti bahwa penerima menerima baik informasi suara atau kontrol  keduanya tidak pernah  secara bersamaan ).

alokasi spektrum komunikasi seluluer FDMA

Gambar 1, alokasi spektrum komunikasi seluluer FDMA

Sistem FDMA memiliki keterbatasan kapasitas yang melekat karena fakta bahwa setiap spektrum channel dapat dialokasikan hanya satu pengguna. Oleh karena itu, dengan asumsi base station hanya memiliki transmisi tunggal dan penerima frekuensi tunggal , hanya dapat menampung single user. Selain itu, karena keterbatasan faktor reuse frekuensi menyebabkan penyeberan interferensi (gangguan), interferensi/gangguan  co-channel adalah sebuah isu.

This entry was posted in Telekomunikasi, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s