Topologi fisik Jaringan Bagian 1

Topologi fisik merujuk pada cara di mana jaringan diletakkan secara fisik: Dua atau lebih perangkat terhubung ke link; dua atau lebih link membentuk sebuah topologi. Topologi jaringan adalah representasi geometris dari hubungan semua link dan perangkat yang menghubungkan  satu sama lain (biasanya disebut node). Ada empat dasar topologi yang memungkinkan: mesh, star, bus, dan ring (lihat Gambar 1).

Kategori topologi

Gambar 1, Kategori topologi

Topologi Mesh

Pada topologi mesh, setiap perangkat memiliki link point-to-point yang didedikasikan untuk setiap perangkat yang lain. Istilah khususnya berarti bahwa link membawa trafik hanya antara dua perangkat yang terhubung. Untuk menentukan jumlah link fisik dalam jaringan mesh yang terhubung penuh dengan simbol n, pertama-tama anggap bahwa setiap node harus terhubung ke setiap node lainnya. Node 1 harus dihubungkan ke node n – 1, node 2 harus terhubung ke node n – 1 , dan akhir node n harus terhubung ke node n – 1  . Dibutuhkan n (n – 1) link fisik. Namun, jika setiap link fisik memungkinkan komunikasi pada kedua arah ( duplex mode ), dapat membagi jumlah link dengan 2. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa dalam topologi mesh, diperlukan n (n -1 ) / 2 untuk link mode duplex.

topologi mesh

Gambar 2, topologi mesh

Untuk dapat mengakomodasi link yang banyak , setiap perangkat pada jaringan harus memiliki input / output ( IO ) port n – 1  ( lihat Gambar 2 ) untuk dihubungkan ke stasiun n – 1 yang lain. Sebuah mesh menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan topologi jaringan lainnya.

Keuntungan topologi mesh:
1. Penggunaan dedicated link menjamin bahwa masing-masing koneksi dapat membawa beban datanya sendiri, sehingga menghilangkan masalah trafik yang dapat terjadi ketika link harus  digunakansecara bersamaaan oleh beberapa perangkat.
2. Topologi mesh kuat. Jika salah satu link tidak dapat digunakan, maka tidak melumpuhkan seluruh sistem.
3. Terdapat keuntungan dari privasi atau keamanan. Bila sebuah pesan berjalan sepanjang dedicated line, maka hanya penerima yang dimaksud yang dapat melihatnya. Batas-batas fisik mencegah pengguna lain dari untuk mendapatkan akses ke pesan yang dikirimkan.
4. Point-to-point membuat identifikasi kesalahan dan isolasi kesalahan menjadi mudah. Trafik dapat diarahkan untuk menghindari hubungan dengan masalah yang dicurigai. Fasilitas ini memungkinkan manajer jaringan untuk menemukan lokasi yang tepat dari kesalahan dan membantu dalam mencari penyebab dan solusinya.

Kelemahan Topologi Mesh
1. Dalam kaitannya dengan jumlah kabel dan jumlah port I/O yang dibutuhkan. Karena setiap perangkat harus terhubung ke setiap perangkat yang lain, instalasi dan rekoneksi  sangatlah sulit.
2. Sekelompok/segelondong kabel yang besar dapat lebih besar daripada ruang yang tersedia yang dapat diakomodasi (pada dinding, plafon, atau lantai) .
3. Perangkat keras yang diperlukan untuk menghubungkan setiap link (I/O port dan kabel) bisa mahal. Untuk alasan ini topologi mesh biasanya diimplementasikan dengan cara yang terbatas, misalnya, sebagai backbone yang menghubungkan komputer-komputer utama dari sebuah jaringan hibrid yang dapat mencakup beberapa topologi lainnya. Salah satu contoh praktis dari topologi mesh adalah sambungan dari kantor telepon regional di mana setiap kantor regional harus terhubung ke setiap kantor regional lainnya.

Topologi Star

Dalam topologi star, masing-masing perangkat memiliki link point-to-point yang didedikasikan hanya untuk kontroler pusat, biasanya disebut hub. Kedua perangkat tersebut tidak secara langsung terkait dengan satu sama lain. Tidak seperti topologi mesh, topologi star tidak mengizinkan trafik langsung antara perangkat. Controller bertindak sebagai pertukaran: Jika satu perangkat ingin mengirim data ke yang lain, ia akan mengirimkan data ke controller, yang kemudian merelay data ke perangkat lain yang terhubung ( lihat Gambar 3).

topologi star

Gambar 3, topologi star

Sebuah topologi star lebih murah daripada topologi mesh. Dalam star, masing-masing perangkat hanya membutuhkan satu link dan satu I/O port untuk menghubungkannya ke sejumlah perangkat lain. Faktor ini juga membuatnya mudah untuk menginstal dan mengkonfigurasi ulang. Jauh lebih sedikit kabel yang perlu ditempatkan, dan penambahan, bergerak, dan penghapusan hanya melibatkan satu koneksi: antara perangkat dan hub.

Keuntungan lainnya termasuk ketahanan. Jika salah satu link gagal, hanya satu link yang terpengaruh. Semua link lainnya tetap aktif. Faktor ini juga cocok untuk memudahkan identifikasi kesalahan  dan isolasi kesalahan. Selama hub bekerja, dapat digunakan untuk memantau masalah link dan bypass link yang rusak.

Salah satu kelemahan besar dari sebuah topologi bintang adalah topologi  star keseluruhan tergantung  pada satu titik tunggal yaitu sebuah hub. Jika hub done, seluruh sistem maka akan done.

Meskipun topologi star membutuhkan kabel jauh lebih sedikit daripada topologi mesh, setiap node harus dihubungkan ke sebuah hub pusat. Untuk alasan ini, kabel sering lebih diperlukan dalam topologi star daripadaa topologi yang lain  ( seperti ring atau bus ).

Topologi star digunakan pada local-area network ( LAN ). LAN dengan kecepatan tinggi sering menggunakan topologi star dengan hub pusat.

Topologi fisik Jaringan Bagian 2

This entry was posted in Jaringan, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s