Radio Access Network

Radio access network terdiri dari base transceiver stations ( BTS ) dan elemen pengontrol yang disebut base station controller ( BSC ). BTS pada dasarnya elemen radio (peralatan RF ) pada sisi jaringan. Terminal mobile terhubung ke jaringan melalui BTS. BTS mengirimkan informasi sistem melalui saluran yang ditetapkan untuk broadcasting informasi jaringan yang spesifik, dan menyelaraskan mobile station ke channel tersebut sebelum melakukan fungsi-fungsi akses. Sebuah BTS terhubung ke sel site, dimana antena diatas menara atau bangunan. Sel site dapat terdari jenis makro, mikro, atau pico tergantung pada cakupan radius. Ukuran dari sebuahsel site tergantung pada tingkat daya pancar dari BTS. Gambar 1 menunjukkan Radio access network secara general.

Radio Access Network

Radio Access Network

Radio access network adalah komponen terbesar dari jaringan selular, dan sejumlah besar BTS dan sel site ditetapkan dalam rangka untuk menyediakan cakupan area. Jaringan selular dengan cakupan area nasional  membutuhkan penyebaran ribuan BTS. BTS menyediakan saluran untuk digunakan secara dinamis untuk pelanggan. Lalu Lintas dan saluran kontrol didefinisikan untuk air interface tergantung pada jenis teknologi yang digunakan. BTS dikendalikan oleh base station controller (BSC). Jadi dari perspektif hubungan, BSC mengontrol banyak BTS. BSC bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya radio pada BTS tersebut. BSC memberikan saluran untuk pelanggan berdasarkan kebutuhan. Selain itu, BSC selalu mengontrol lokasi mobile station dan menyatakan pengukuran  kekuatan sinyal yang sesuai (dengan bantuan BTS dan MS) dan membuat keputusan handoff. Dalam kasus jaringan CDMA, BSC juga bertanggung jawab untuk melakukan fungsi macro-diversity-combining  yang diperlukan dalam sistem spread spectrum. Selain itu, fungsi speech coding dapat dimasukkan ke BSC dalam beberapa kasus.

BSC terhubung dengan BTS tersebut melalui jaringan wireline menggunakan T1 dan Es. T1 dan E1 adalah teknologi transmisi lapisan fisik yang banyak digunakan oleh operator telekomunikasi. T1 mampu memultipleks suara dan data secara bersama-sama dalam 24 slot pengguna dalam sebuah frame, dibandingkan dengan E1, yang memiliki 30 slot pengguna dalam setiap frame. Microwave link juga digunakan untuk koneksi ini. BTS biasanya ditempatkan di lokasi sel itu sendiri dan oleh karena itu tersebar secara geografis. Jaringan yang menghubungkan BTS ke BSC disebut sebagai jaringan backhaul. BSC biasanya di lokasi pusat seperti central office (CO). Biaya untuk menghubungkan sejumlah besar BTS ke BSC membutuhkan biaya yyang  besar dalam sebuah jaringan radio.

This entry was posted in Telekomunikasi, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Radio Access Network

  1. enggo says:

    boleh tau referensi tentang RAN ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s