Speech dan Channel Coding

Speech coding sangat penting untuk sistem transmisi digital, dan penggunaan Speech coding adalah hal yang utama pada  jaringan wireless. Jaringan kabel digital menggunakan pulse code modulation (PCM) pada 64 Kbps untuk transmisi suara. Sistem Speech synthesis seperti linear predictive coding (LPC) memprediksi sampel arus dari kombinasi linear dari sampel sebelumnya. Dengan mengorbankan kualitas nada yang buruk, LPC mencapai efisiensi yang tinggi. Teknik adaptive differential PCM ( ADPCM )  adalah metode alternatif untuk memprediksi gelombang speech dari sampel sebelumnya.

Kelas lain dari speech coding adalah melalui algoritma yang disebut vocoder. Vocoder adalah sistem yang relatif kompleks dan beroperasi pada tingkat bit rendah (biasanya 2,4 Kbps ). Residual excited linear coding (RELP) adalah skema pengkodean hibrida untuk kualitas speech pada wireline dengan beberapa integrasi speech prosesor digital. CDMA menggunakan variasi dari RELP disebut  code-excited linear prediction (CELP). Speech coding GSM  didasarkan pada regular pulse excitation-long-term prediction (RPE-LTP) pada 13 Kbps. Enhanced variable-rate codec  (EVRC) adalah satu lagi skema pengkodean yang memiliki kualitas suara yang lebih tinggi.

Channel coding adalah teknik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas transmisi ketika  pertemuan gangguan sinyal dengan alasan seperti noise ketika tingkat penerimaan rendah, intereference, dan propogation multipath. Efek samping dari ini adalah bahwa ada peningkatan jumlah bit yang ditransmisikan untuk mengkompensasi kesalahan. Coding terdiri dari penambahan beberapa data yang berlebihan, yang dihitung dari sumber informasi. Fungsi decoding memanfaatkan redundansi ini untuk mendeteksi adanya kesalahan.

Channel coding  dapat diklasifikasikan ke dalam kode blok dan kode konvolusi. Kode yang digunakan dalam GSM adalah blok convolutional codes ; fire code, yang merupakan blok kode biner konvensional linear, dan kode paritas, yang kode blok linear. CDMA IS-95 menggunakan sistem kode konvolusi didasarkan pada algoritma Viterbi.

This entry was posted in Telekomunikasi, Tutorial and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s