Setting Up Kamera Digital SLR

Digital SLR memiliki fitur yang sedikit membingungkan,pilihan beberapa fitur dapat mengakibatkan kebingungan tentang pengaturan pilihan untuk memenuhi skenario pemotretan tertentu. Di sini akan dijelaskan kunci dasar Digital SLR, yang perlu diketahui ketika mencoba untuk mengambil gambar.

Digital SLR Mode Exposure

exposure

exposure

Dengan memilih mode prioritas aperture AE (A atau Av), yang memungkinkan dapat memilih aperture, sementara secara otomatis pengaturan shutter speed yang tepat. Untuk jenis mode potrait, ingin menggunakan aperture yang lebar untuk membuang background keluar dari fokus. Untuk memulai, gunakan f/5.6, karena hal ini mengaburkan latar belakang namun memberi cukup dept-of-field untuk menjaga seluruh area wajah (mata, hidung dan telinga) dalam fokus. Dengan memilih aperture-priority, akan digunakan cahaya ambient saja. Sementara penggunaan flash yang ada digunakan (dengan pengendalian) pada siang hari akan memberikan hasil yang lebih alami dan membantu dalam belajar untuk memanipulasi cahaya yang tersedia.

Digital SLR kontrol exposure

kontrol exposure

[box type=”shadow”]

Kontrol Exposure :

Banyak yang menganggap bahwa pemula sulit untuk menggunakan modus aperture atau shutter-priority namun pada kenyataannya itu sangat mudah dilakukan .Setelah memilih mode eksposur

1. Ini hanya dengan memutar tombol masukan

2. Putar atau pilih pada aperture atau shutter speed yang ingin digunakan muncul pada pelat atas (atau samping) panel LCD.

3. Tekan tombol shutter dan biarkan kamera bekerja.

[/box]

Rating ISO dan aturan reciprocal (timbal balik)

Dalam hal kualitas , semakin rendah ISO maka semakin lebih baik , direkomendasikan untuk mengatur ISO 100 atau 200. Dengan memegang denga menggunakan tangan kamera Digital SLR akan memungkinkan lebih bebas untuk bergerak dan mengambil gambar , tapi hati-hati kamera goyang. Cara yang paling sederhana untuk melakukan ini adalah dengan menggunakan aturan reciprocal (timbal balik) .Yang berarti tidak boleh membiarkan shutter speed turun di bawah kebalikan dari lensa yang digunakan. Terdengar rumit tapi sebenarnya tidak .Jika menggunakan lensa 100mm maka harus menggunakan shutter speed diatas 1/100sec untuk mengurangi goyangan ini. Jika menggunakan lensa 200mm maka pastikan shutter speed diatas 1/200sec , dll. Mudah bukan !

Meningkatkan Rating ISO adalah cara yang mudah untuk dapat mencapai shutter speed yang lebih cepat untuk menghindari goyangan. Hindari penggunaan ISO di atas ISO 800 karena kalau tidak akan melihat peningkatan noise pada gambar. Dalam cahaya rendah , bila memungkinkan ,direkomendasikanmenggunakan tripod. Yang memungkinkan penggunaan rating ISO yang lebih rendah tanpa perlu memperhatikan shutter speed , sementara juga dapat dibantu komposisi.

Digital SLR White balance

white balance

white balance

Pengaturan white balance adalah pengaturan kondisi pencahayaan yang masuk pada saat pengambilan gambar. Jika tidak yakin untuk penyetinggan white balance , maka Auto ( AWB ) adalah pilihan terbaik. jika mengambil gambar dengan format file RAW , selalu dapat mengubah white balance ketika gambar dibuka pada komputer.

white balance

white balance

Sesuatu hal yang perlu diingat adalah bahwa pengaturan presset WB yang salah dapat digunakan untuk sengaja menggeser keseimbangan warna. Misalnya, pengaturan berawan di siang hari akan menambah kehangatan ke tone, sementara memilih tungsten akan menghasilkan hasil gambar yang biru dan hangat. Jadilah Kreatif.

Kualitas gambar

file format

file format

Disarankan untuk mengambil gambar dalam format file RAW , karena akan memungkinkan untuk bermain dengan pengaturan , terutama white balance kemudiannya. Jika memiliki kamera dengan fasilitas untuk mengambil gambar dengan format RAW+JPEG , menggunakan JPEG dengan set ke ” Small/Basic”. Kemudian ketika sedang melihat hasil gambar, dapat menggunakan small JPEG dengan cepat , pilih favorit dan bekerja pada file RAW yang sesuai. Jika yakin pada kemampuan Anda, dan tidak berharap untuk perlu membuat tweak untuk exposure atau white balance pada saat pasca produksi, gunakan kualitas JPEG yang terbaik untuk hasil yang optimal dan untuk menghemat ruang pada kartu memori kamera.

Digital SLR Auto Fokus

multi point AF

multi point AF

Pada sebagian besar potret , penting bahwa mata subjek yang tajam dalam fokus, karena lebih sering daripada tidak , bahwa mata subjek adalah titik fokus utama. Kamera kemungkinan besar memiliki multi-point AF, yang memungkinkan untuk memilih antara meninggalkan semua AF point active atau secara individu untuk memilih AF point. Bisa meninggalkan semua AF point untuk memastikan tidak melewatkan great shoot, tapi mengambil risiko bahwa tidak akan fokus pada mata dan hidung, bukan menangkap seperti obyek terdekat pada kamera.

single point AF

single point AF

Sebuah pilihan yang baik adalah untuk memilih sebuah single AF point dan menggunakannya untuk fokus pada mata. Sensor pusat AF biasanya yang paling sensitif , sehingga dapat menggunakan ini untuk mengunci AF dengan menempatkan AF point pusat pada salah satu mata subjek , menekan setengah tombol shutter. Setelah AF terkunci , Ubah komposisi dan flash. Terdengar rumit , tapi dengan latihan akan menjadi sebuah keahlian yang penting. Pilihan lain adalah untuk memilih AF point yang ada diatas mata subyek dalam frame. Melakukan ini berarti bahwa tidak harus mengubah komposisi begitu banyak , yang memungkinkan untuk bekerja lebih cepat.Pilihan Ini adalah lebih baik jika berniat untuk mengunci fokus, ingat untuk memastikan bahwa kamera diatur ke single-shot AF karena kalau tidak, tidak akan dapat mengunci pada mata subjek.

Metering

multi-zone meter

multi-zone meter

Digital SLR multi-zona meter harus mampu mengekspos potret sempurna dalam banyak situasi. Ambil tes mengambil gambar , periksa layar dan gunakan fasilitas kompensasi eksposur untuk menambah / mengurangi sedikit eksposur jika merasa hasil gambar terlalu gelap atau terang .

metering

metering

Dimana multi-zona meter kamera mungkin goyah jika subjek memiliki warna kulit yang sangat terang atau gelap , mengenakan pakaian terang atau gelap. Dalam situasi ini baik menggunakan kompensasi eksposur, atau pilih meter spot dan menggunakan tombol AE-L (Auto-Exposure Lock) untuk mengambil pembacaan dari mid-tone dalam scene.

canon

Canon 550D dan Canon 60D

nikon

Nikon D3100 dan D5100

[box type=”shadow”]

Canon :

1.Setel tombol atas – arahkan ke Av untuk memilih aperture-priority.

2.Tekan tombol untuk mengatur ISO rating

3.Gunakan tombol WB untuk memilih white balance dan tombol AF untuk mengatur AF ke one-shoot AF

4.Tekan MENU dan pilih opsi metering pada tab kedua : evaluatif

5.Untuk mengatur kualitas gambar , tekan MENU dan pilih kualitas pada tab pertama.

[/box]

 

[box type=”shadow”]

Nikon :

1. Setel tombol atas – piring ke A untuk memilih aperture-priority.

2. Tekan info tombol ( i) dan arahkan ke modus metering dan pilih pilihan dengan kontrol four-way .Disarankan mulai dengan matriks .Tekan info tombol (i) lagi dan pilih modus AF ke AF-S

3. Mengatur Rating ISO Digital SLR, white balance dan kualitas gambar menggunakan prosedur yang sama.

[/box]
Kata Kunci: Digital SLR

This entry was posted in Photography and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Setting Up Kamera Digital SLR

  1. jtx3 says:

    Info sangat menarik, sukses ya mas.. ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s