Dasar Konsep Sistem Komunikasi

 

Bandwidth

System Bandwidth dan Signal Bandwidth

System Bandwidth

System Bandwidth

System Bandwidth

Persamaan:

rumus sistem bandwith

rumus sistem bandwith

Signal Bandwidth

Signal Bandwidth

Signal Bandwidth

Persamaan:

rumus sinyal bandwith

rumus sinyal bandwith

 

Pengertian Erlang

Trafik diukur dalam hal intensitas trafik.Intensitas trafik biasanya diukur dalam satuan Erlang. Erlang didefinisikan sebagai rata-rata jumlah panggilan secara simultan. Sebagian besar manajemen sistem jaringan tidak mengukur setiap jumlah telepon detik demi detik. Melakukan hal itu akan membutuhkan lebih banyak waktu proses dan memori. Dengan demikian, manajemen sistem jaringan mengukur banyaknya penggunaan selama interval 1-jam.

Probabilitas bloking dan GOS

Probabilitas blocking biasanya dievaluasi untuk beban yang ditawarkan pada saat jam sibuk.Probabilitas blocking Pblocking  sesuai dengan model Erlang -B , didapat dari:

 pblocking

pblocking

 

dimana λ adalah tingkat kedatangan panggilan l / detik, dan (1 / μ ) adalah layanan waktu panggilan eksponensial (1 / μ ) detik / panggilan.

GOS : Grade of service.Istilah Probabilitas blocking sering digunakan bergantian dengan grade of service

Sensitivitas receiver

Sensitivitas receiver dalam IS- 97D

Dalam IS- 97D , penerima sensitivitas BTS mencapai 126.4dBm .

Sensitivitas receiver dalam link budget

ensitivitas receiver dalam link budget dapat ditafsirkan sebagai menerima intensitas sinyal yang dipersyaratkan dalam jangka pembebanan tetap.Sebaliknya, mendekati lingkungan nyata bahkan lebih.

Loading Factor

rumus loading factor

rumus loading factor

cell loading

cell loading

Ketika sel loading mendekati 1,Hal ini menunjukkan bahwa interferensi sel menjadi sangat besar.Jika kapasitas melampaui batas, sistem akan stabil.

dB, dBm, dBi, dBd

dB

Desibel adalah angka tanpa dimensi karena merupakan perbandingan antara dua nilai yang memiliki kesatuan yang sama seperti dua kekuatan atau dua tegangan .
Power: R (dB) = (10) * log (P2/P1)
Voltage: R (dB) = (20) * log (U2/U1)

dBm

Dbm adalah rasio power diungkapkan mengenai referensi dari 1 mW.

dBi, dBd

DBi dan dBd berada dalam tanda power gain, DBi dan dBd nilai relatif, tapi referensi dari DBi dan dBd adalah berbeda. Antena Omnidirectional adalah referensi dari dBi dan setengah gelombang antena dipol adalah dBd.

LAC

LAC(Loacation area code) adalah identifikasi wilayah yang unik dari PLMN di sebuah negara.Ini dua yaitu byte dan hex .( jarak antara 0000 dan FFFF , ada 65536 area code ). Registrasi berdasarkan wilayah akan berlangsung sementara bergerak mobile ke sel lain dan bentuk daerah yang tersimpan di ponsel tidak mengandung wilayah sel ini. Salah satu ponsel dapat mendaftar di multiregion .Setiap daerah secara eksklusif diidentifikasi oleh REG_ZONE , SID dan NID .

Long Code , Short PN Code , Walsh Codes

Walsh Codes

64 ” Magic” Urutan , masing-masing 64 chips long.Setiap Kode Walsh justru Orthogonal terhadap seluruh Kode Walsh lain.

Long Code

dihasilkan dalam shift register. Ini adalah wild, bermutasi diri dengan urutan 2N-1 chip long (N = panjang register) . Pola ini muncul secara ortogonal jika dibandingkan dengan Long Code sendiri tidak benar-benar cocok pada waktunya.

Short PN Code

Short PN Code terdiri dari dua Urutan PN, I dan Q, masing-masing 32.768 chip long. Hal ini dihasilkan mirip dengan long code, tapi berbeda di 15-bit register shift. Short PN Code selalu digunakan bersama-sama, modulasi sumbu tahap dua dari modulator QPSK.

SR

Speeding Rate disingkat sebagai SR, sistem PN chip rate , didefinisikan sebagai kelipatan dari 1.2288 Mcps.
– Spreading Rate 1: sistem PN chip rate 1.2288 Mcps yang menggunakan direct-spread single carrie.
– Spreading Rate 3: sistem PN chip rate 3.6864 Mcps yang menggunakan tiga carrier 1.2288 Mcps atau 3.6864 Mcps tunggal direct-spread carrier pada Forward CDMA Channel. Forward CDMA Channel menggunakan 3,6864 Mcps direct-spread carrier.

RC

RC

RC

Radio Configuration disingkat sebagai RC. Satu set transmisi Forward Traffic Channel dan Reverse Traffic Channel yang ditandai dengan parameter lapisan fisik seperti kecepatan data, karakteristik modulasi, dan spreading rate.

Channel Numbers dan Frequency Band

450M:Band Class 5,Block Designator A

Mobile (Uplink): 450.00+0.025(N-1)(MHz)
BTS (Downlink): 460.00+0.025(N-1)(MHz)

800M: Band Class 0

Mobile (Uplink): 825.00+0.03N(MHz)
BTS (Downlink): 870.00+0.03N(MHz)

1.9G: Band Class 1

Mobile (Uplink): 1850.00+0.05N(MHz)
BTS (Downlink): 1930.00+0.05N(MHz)

This entry was posted in Telekomunikasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s