Analisa data drive test call failure pada Sistem CDMA

 

Prisip MS Calling

MS Call terdapat 2 jenis yaitu out-going call dan in-going call, semuanya termasuk dalam “origination procedure“. Seorang pelanggan mendial nomor pelanggan lain, yang disebut sebagai salah satu origination. Jika koneksi antara dua pelanggan tidak bisa dibangun dalam waktu yang ditetapkan , hal itu disebut sebagai ” one origination failure “.

Sebagai contoh: MS voice out-going call. Prosedur callnya ditampilkan dakam Gambar 1;

MS Voice Out-going Call

MS Voice Out-going Call

[box type=”shadow”]
Prosedur sinyal sebagai berikut:
a. MS mengirimkan Origination Message.
b. BS mengembalikan Base Station Ack Order.
c. BS mengirim ke MSC sebuah L3 Info message yang membawa Permintaan Layanan CM.
d. MSC mengirim Assignment Request ke BS.
e. BS mengirimkan Channel Assignment Message ke MS.
f. MS mengirimkan Traffic Channel Preambles, BTS memperoleh MS FCH.
g. BTS mengembalikan BS Ack Order.
h. MS merespon dengan MS Ack Order.
i. BTS mengirimkan service connect message.
j. MS mengirimkan service connect completion message.
k. BS mengirimkan Assignment Complete message ke MSC.
l. MSC mengirimkan Ring back Tone ke MS melalui FCH.
[/box]
Selama prosedur call , jika ada satu langkah belum selesai , call tersebut akan failed (gagal).

Analisa Gabungan:

Call successful ratio digunakan untuk evaluasi network integrated. Meningkatkan successful ratio akan meningkatkan kepercayaan pelanggan pada peralatan jaringan dan jaringan yang menggunakan perhitungan rasio/ratio. Call successful ratio mencakup origination successful ratio dan termination successful ratio. Untuk jaringan komersial dalam skala yang besar, call successful ratio diamati dari OMC untuk lebih akuratnya, pada saat jaringan tanpa beban atau beban ringan, Drive test dapat digunakan untuk memperoleh call successful ratio, yang mengadopsi Drive test dengan metode sequence call.

 Call successful ratio= (total call successful number/total call attempt number)*100% 

Umumnya untuk daerah perkotaan , 98% merupakan indeks kinerja yang baik; untuk daerah pedesaan indeks ini harus lebih baik dari 98%.

[box type=”info”]

Catatan:
Indeks untuk call successful ratio diputuskan oleh kebutuhan operator.

[/box]

Analisa Call Failure Reason

[box type=”info”]

Catatan:
MS call termasuk origination dan termination.Jika tidak ada catatan khusus , umumnya menggunakan MS origination sebagai contoh untuk menganalisis keberhasilan.

[/box]

1. Call failure dikarenakan oleh problem equipment

Sebenarnya, problem equipment harus diselesaikan sebelum optimasi jaringan, tetapi sebenarnya banyak masalah peralatan ditemukan pad saat optimasi.

Fenomena Khas:

Permasalahannya secara tiba-tiba :
jaringan sebelumnya bekerja secara normal, dan masalah ini terjadi secara tiba-tiba.

Permasalahan yang terjadi secara universal :
Setelah Drive test , dapat ditemukan bahwa masalah terjadi di area yang luas.

Analisa:

– Pastikan apakah ada perubahan hardware baru-baru ini, seperti replacing boards atau perubahan transmisi dan sebagainya. – Tanyakan apakah ada perubahan software baru-baru ini, seperti update versi software atau penyesuaian parameter.

– Jika ada software dan penyesuaian perangkat keras, periksa penyesuaian dan mempertimbangkan melanjutkan penyesuaian tersebut, amati apakah masalah masih terjadi.

– Jika tidak terdapat penyesuaian baru-baru ini , mulai memeriksa single sel dan pastikan jika ada masalah pada hardware.

– Pemeriksaan single sel dapat menemukan masalah pada equipment secara jelas, tetapi beberapa masalah yang tidak terdeteksi sulit ditemukan saat ini , resetting board dan replace board dapat dilakukan untuk menemukan masalah.

Solusi:

jika alasannya adalah equipment problem, sehingga solusi tersebut tidak bisa disebut sebagai “optimasi” , tapi itu adalah troubleshooting. Dalam troubleshooting, TRX , CHM , CCM , dan antenna feeder sistem adalah poin-poin penting yang harus di cek dan diperhatikan.

[box type=”info”]

Catatan:

Troubleshooting software dan hardware harus sangat hati-hati.Untuk jaringan komersial , troubleshooting harus dilakukan oleh operator engineers setelah mendapat izin dari operator. Semua troubleshooting untuk equipment harus dilakukan setelah tengah malam, jika ada masalah troubleshooting , semuanya harus kembali dalam waktu yang ditentukan.

[/box]

2. Call failure dikarenakan oleh poor coverage

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– MS Rx power berkisar diantara – 100 dBm atau kurang;
– MS Tx power cenderung 23 dBm.
– Strongest pilot Ec/Io <-15 dB.
– Setelah MS mengirim origination message , sulit untuk mengakses jaringan , akhirnya terjadi call failure.

Analisa:

MS call failure disebabkan oleh poor coverage adalah hal yang biasa. Di area pinggir coverage, MS receive power sangat rendah dan biasanya Rx power berkisar antara -100 dBm atau kurang,strongest pilot Ec/Io -15 dB atau kurang, MS Tx power cenderung ke maksimum 23 dBm. Ketika MS mulai origination area pinggir coverage, transmisi sinyal antara BTS dan MS tidak dapat diterima dengan benar untuk link udara yang buruk dan call akan failed (gagal).

Selain itu, bahkan jika MS mulai origination di daerah caoverage yang baik, MS akan memerlukan beberapa waktu untuk mengakses. Ketika MS bergerak cepat ke luar sel (mobil atau stasiun kereta api) , MS mungkin telah mencapai diluar dari coverage sebelum selesai akses, hal ini akan mengakibatkan call failure.

[box type=”info”]

Catatan:

Pada protokol CDMA Tx power MS maksimum 23 dBm ( 0.2W ). Tapi MS diproduksi oleh manufaktur yang berbeda ; maksimum MS secara real dalam prakteknya dapat melebihi 23 dBm.

[/box]

Solusi Optimasi:

Untuk menangani masalah semacam ini adalah menambahkan BTS baru atau repeater di daerah blind coverage atau daerah yang poor coverage . Jika penambahan BTS baru tidak memungkinkan, metode lain juga dapat digunakan untuk meningkatkan coverage, seperti penambahan tinggi antena, pilih antena dengan gain yang besar, dan mengatur azimut dan down tilt antena . Tapi metode ini tidak dapat memecahkan masalah seleuruhnya dan harus berhati-hati ketika mengubah parameter ini.

3. Call failure dikarenakan oleh wireless link fading

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– Pada awal dari origination , sinyal MS forward dan reverse normal, tetapi akhirnya call tersebut failed.
– Pada periode ini MS menerima signal fade ( MS berada pada sudut jalan atau masuk ke dalam kereta bawah tanah atau ground gedung).

Analisa:

Ketika MS berada pada sudut jalan atau masuk ke dalam kereta bawah tanah atau ground gedung, radio environment akan sangat berubah dan sinyal fading sangat cepat. Biasanya keduanya yaitu link forward dan reverse akan memudar pada saat yang sama. Jika MS memulai akses saat itu, sangat mungkin untuk terjadi access failure dikarenakan kehilangan sinyal.

[box type=”info”]

Catatan:

Untuk sinyal yang hilang , MS dan pada BTS akan mengirimkan ulang. Jika waktu memudarnya pendek, prosedur akses dapat dilanjutkan, tetapi jika waktu memudar terlalu panjang dan , sinyal dipancarkan kembali mungkin akan hilang dan akses akan failed.

[/box]

Solusi:

Optimalkan struktur topologi jaringan dan mengurangi area di mana sinyal sangat cepat memudar tersebut.

4. Call failure dikarenakan oleh forward dan reverse yang tidak seimbang

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– MS menerima sinyal dan strongest pilot Ec/Io menjaga dalam kondisi yang baik, seperti Rx Power>-100dBm ,Ec/Io > -15 dB.

– Setelah MS origination, reverse Tx power meningkat terus menerus hingga 23dBm , tetapi akses failed.
– Setelah access failure, MS masih tetap berada pada pilot sebelumnya/ pilot yang sama.
– Ketika MS berada lebih dekat ke BTS, MS call berhasil. Amati Tx_Adj, berada pada nilai positif.

[box type=”info”]

Catatan:ketika MS mengakuisisi F-TCH dan reverse closed-loop power control mulai bekerja, nilai Tx_Adj akan efisien).

[/box]

Analisa:

– Dalam kasus tersebut, MS Rx power dan pilot Ec/Io semua baik, dan ini berarti forward link yang baik. Tapi saat MS origination prosedur, MS meningkatkan daya transmisi sampai maksimal, dan ini berarti reverse link buruk. Hal tersebut yang berarti forward dan reverse tidak seimbang. Tx_Adj >0 berarti juga forward lebih baik daripada reversenya.

– Karena forward lebih baik daripada reverse, sehingga dalam pinggir coverage BTS tidak dapat menerima sinyal dari MS secara benar dan call failed.

Solusi:

– Cari ketidakseimbangan tersebut.
– Konfigurasi cell power terlalu tinggi.
– Pilot gain terlalu tinggi.
– Terjadi interferensi reverse link.

5. Call failure dikarenakan oleh tabrakan access dan handoff

Tipikal kasus yang sering terjadi:

MS memulai panggilan origination call pada daerah poor coverage, MS Rx level dan pilot Ec/Io semua rendah, dan MS Tx power sangat tinggi.Jika MS tidak bergerak setelah origination, proses call tersebut akan berhasil.

Jika MS memulai origination call dalam kecepatan tinggi, Rx power akan meningkat dan Tx power juga meningkat, pilot Ec/Io akan menjadi sangat jelek dan call berakhir failed; Setelah access failure, MS akan berpindah ke satu pilot kuat yang baru.

Analisa:

Jika sistem tidak dapat mendukung access handoff (access handoff juga perlu MS untuk mendukung), kemudian selama MS access procedure, MS hanya dapat memulai setelah handoff selesai di akses. Kasus di atas menjadi access failure disebabkan oleh tabrakan access dan handoff.

Jika salah satu MS memulai origination di pinggir area coverage, karena berada dekat dengan sel yang lain, memungkinkan untuk handoff terpenuhi. Tapi sistem tersebut tidak mendukung access handoff, access dan handoff akan terjadi tabrakan dan access memiliki prioritas dalam sistem. Karena akses memerlukan waktu, jadi MS Rx power akan menjadi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi, tapi pilot Ec/Io akan menjadi lebih rendah dan lebih rendah lagi. Pada saat ini, pilot handoff tujuan menjadi interferensi yang sangat kuat, ketika pilot saat ini Ec/Io cukup rendah; forward link akan menjadi sangat buruk dan tidak dapat didemodulasi secara sempurna. Akses akan failed. Setelah access failure, MS akan berada pada pilot yang baru (pilot handoff objektif).

Solusi:

– Jika sistem dan terminal dapat mendukung access handoff, masalah seperti ini tidak akan terjadi.
– Adjust struktur jaringan dan daerah soft handoff . Memperluas area soft handoff, di area mana masalah di atas adalah sering terjadi, maka MS akan pertama handoff ke sel lain sebelum akses dan MS akan memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan akses.

6. Call failure dikarenakan oleh resource limit

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– Amati MS received sinyal pada saat Drive test,MS menerima BTS ACK message setelah akses, tetapi tidak menerima channel assignment message, dan akhirnya call failed.

– Pada periode ini MS Rx power dalam keadaan normal , tidak terdapat large fading.
– Call failure tidak sering terjadi , biasanya pada jam sibuk.
– Call normal dan jarang terjadi masalah seperti diatas ketika low trafik.

Analisa:

– Menurut prinsip call procedure , ketika BTS menerima permintaan akses dari MS, pertama-tama BTS akan mengirim ACK message dan kemudian mengajukan permintaan untuk resource, jika resource tersedia, BTS akan mengirimkan channel assignment message ke MS.

– Menurut deskripsi kasus di atas , MS telah menerima BTS ACK message tapi belum menerima channel assignment messaged.

– Terdapat dua kemungkinan:
1. BTS telah mengirimkan channel assignment message, namun MS tidak menerima.
Untuk alasan pertama, biasanya forward link large fading akan menyebabkan MS tidak dapat menerima channel assignment message. Menurut informasi Drive test, jika MS menerima power normal dalam prosedur panggilan dan tidak terjadi large fading, alasan ini bisa dikesampingkan.

2. BTS tidak mengirim channel assignment message karena resource terbatas.
Untuk alasan yang kedua, menurut Drive test, sangat mungkin. Jenis call failure tidak sering terjadi, biasanya terjadi pada jam sibuk. Alasan normal adalah bahwaresource sistem tidak cukup oada saat jam sibuk, sehingga BTS menolak akses dan tidak mengirim channel assignment message.

[box type=”info”]

Catatan:

– Terdapat alasan lain atas call failure diatas yaitu ilegal MS. Jika MS adalah ilegal, maka akan mengirimkan power-up registration message setelah power up. Karena ilegal, pendaftaran dalam MSC akan gagal. Ketika MS ini memulai origination call, MSC akan menolak untuk menetapkan resource dan MS tidak akan menerima channel assignment message.

– Cara lain yang terbaik untuk masalah di atas yaitu dengan memulai sinyal tracing MS dalam OMC.
– Alasan keterbatasan resource terdapat banyak jenis.Seperti CE resource limitation , vocoder resource limitation, trunk circuit limitation, forward power resource limitation dan sebagainya.

[/box]

Metode Optimasi:

– Cari yang jenis resource yang tidak cukup tersebut dan adjust parameter jaringan dan struktur topologi atau mengembangkan jaringan.

– Jika pembatasan tersebut adalah resource limitation fisik , seperti CE, vocoders , trunk circuit, pertimbangkan untuk menambah reource yang berkaitan.

Jika forward power terbatas,pertimbangkan metode berikut:
1. Optimasi Parameter wireless, periksa konfigurasi OMC parameter wireless dan semua parameter forward power control.
2. Adjust struktur topologi jaringan ( termasuk parameter feed dan cell power) , berikan cell share ketika saat busy cell.

– Jika busy cell memiliki repeater , mengubah repeater menjadi BTS, atau mengubah BTS yang bebas untuk menjadi BTS master dari repeater.

– Split sel dan menambah BTS.
– Update menjadi dual carrier.

7. Call failure dikarenakan oleh terlalu kecilnya MS search window

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– Dalam call procedure, MS Rx power normal, Tx power juga normal.
– Dalam call procedure, pilot Ec/Io terlalu rendah dan tidak dapat mempertahankan persyaratan untuk demodulasi , akhirnya terjadi call failed.
– Gunakan Scanner PN untuk menguji pilot, pilot Ec/Io dari PN active set normal.

Analisa:

MS Rx power dan Tx power semua normal, gunakan Scanner PN untuk menguji pilot: pilot Ec/Io dari PN active set normal, tapi MS menerima Ec/Io terlalu rendah. Hal ini menunjukkan MS tidak dapat membedakan beberapa sinyal multipath. Biasanya hal itu disebabkan oleh search window terlalu kecil pada MS. Jika search window MS terlalu rendah, MS tidak dapat menemukan sinyal multipath yang kuat.signal dropping akan terjadi karena MS berada diluar search window , sedangkan Ec/Io akan rendah, sinyal yang tidak berguna di luar search window akan menjadi gangguan yang kuat. Jika MS tidak bisa demodulasi sinyal forward, yang menyebabkan call failed.

[box type=”info”]

Catatan:

Kasus di atas adalah tentang permasalahan search window MS.Untuk reverse sinyal BTS memiliki search window juga, yaitu access channel search window dan traffic channel search window, jika keduanya terlalu rendah, sinyal reverse multipath akan turun dan akhirnya terjadi call failed.

[/box]

Metode Optimasi:

Periksa parameter wireless pada OMC dan adjust search windows.

8. Call failure dikarenakan oleh terlalu kecilnya paging channel gain

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– Pada awal mulanya , MS Rx power normal , pilot Ec/IO normal, MS Rx power normal.
– Pada saat call procedure, MS bergerak jauh dari BTS , ketika MS agak jauh dari BTS (masih didalam coverage), access failed.
– Pada titik access failure, MS tidak bisa mendiami pada sel saat ini atau selalu dalam keadaan inisialisasi, atau mendiami sel lain yang pilot Ec/Io nya sangat rendah.
– Pada titik access failure, pilot strength Ec / Io dari origination sel PN normal.
– Gunakan peralatan (seperti Viper ) untuk menguji power code domain, dan sel yang paging channel power tidak mencukupi.

Analisa:

– Paging channel gain diatur pada background.Jika terlalu rendah, bahkan jika pilot power tinggi, tapi MS tidak bisa mendiami pada sel ini karena tidak dapat demodulasi paging message.
– Dalam kasus di atas, ketika MS mulai origination, semua sinyal dalam keadaan normal. Tapi ketika MS menjauh dari BTS dan melebihi coverage paging channel , MS tidak akan menerima paging channel message secara benar dan call pada akhirnya akan failed . Setelah call failure, MS masih bisa tidak mendiami pada sel saat ini.
– Gunakan peralatan (seperti Viper ) untuk menguji kekuatan code domain, dan temukan cell paging channel power yang tidak cukup.

[box type=”info”]

Catatan:

– Sistem paging channel gain Nilai default adalah 219 yang merupakan 12,6 % dari total cell power.
– Dalam access procedure, MS perlu mendapatkan forward traffic channel.Jika traffic channel gain awal tidak cukup, acces mungkin failed juga.[/box]

Metode Optimasi:

Cek background parameter setting dan adjust paging channel gain.

9. Call failure dikarenakan oleh access parameter yang tidak sesuai

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– MS Rx power normal dan pilot Ec/Io normal.
– Amati MS received signal messages dalam drive test, MS tidak menerima BTS ACK message setelah MS mulai origination, dan kemudian akhirnya acces failled.
– Pada periode ini MS Rx power normal , tidak terdapat large fading.
– Tapi MS Tx power tidak tinggi sebelum access failure.

Analisa:

– Sesuai prinsip call procedure, ketika BTS menerima permintaan akses MS, BTS akan mengirim ACK message ke MS. Dalam kasus di atas, MS tidak menerima ACK message BTS, ini merupakan alasan utama call failure.
– MS tidak menerima ACK message, dua kemungkinan:
1. BTS tidak menerima permintaan akses MS.
Sesui Drive test , sangat mungkin terdapat dua kemungkinan:
1.1. Terdapat large fading atau interferensi yang kuat dalam reverse link ; Dalam hal ini , MS Tx power akan cenderung maksimum dan dapat diselesaikan.
1.2 Parameter pengaturan acces tidak sesuai dan masalah acces adalah power terlalu rendah , sehingga permintaan akses tidak dapat diterima dengan benar.

2. BTS telah mengirim ACK message, namun MS tidak menerimanya.
Biasanya alasannya terdapat large fading dalam forward link dan MS tidak dapat menerima pesan.Sesuai Drive test, jika tidak terdapat fenomena large fading , alasan ini dapat dikecualikan.

MS Access Probing

MS Access Probing

Parameter yang terkait sebagai berikut:
– INIT_PWR
Definisi: Initial power, faktor koreksi yang digunakan oleh mobile station dalam estimasi open-loop power untuk transmisi initial pada access channel yang dinyatakan sebagai binary complement dalam satuan 1 dB.
Range: -16 ~ ~ 15dB , nilai default adalah 0dB
[box type=”info”]
Catatan :
Nilai INIT_PWR terlalu tinggi baik dalam hal akuisisi access channel, tetapi meningkatkan interferensi reverse; INIT_PWR yang rendah akan membuat access channel menjadi sulit.[/box]

– NOM_PWR
Definisi: Nominal transmit power offset, BTS menggunakan parameter ini sebagai faktor koreksi untuk open-loop power control, dinyatakan sebagai binary complement dalam satuan 1 dB.

Range: 0~~7dB

– PWR_STEP
Definisi: peningkatan Power, nilai ini dimana mobile station meningkatkan transmit powernya antara probe berturut-turut dalam access probe sequence, dalam satuan 1 dB.

Range: 0~~7dB

– NUM_STEP
Definisi : Jumlah access probes.Parameter ini merpakan sedikit salah satu dari jumlah maksimum access probes bahwa mobile stasiun untuk mengirimkan dalam single access probe sequence.

Range: 1~~15dB, default value is 6
[box type=”info”]
Catatan :
Nilai NUM_STEP yang tinggi dapat meningkatkan access probability, tetapi juga dapat meningkatkan waktu akses; nilai NUM_STEP yang rendah akan mengurangi access probability.[/box]

– MAX_REQ_SEQ
Definisi : Jumlah maksimum dari access probe sequences untuk permintaan access channel. Nilainya harus lebih besar dari 0.

Range: 1~~15, default value is 2

[box type=”info”] Catatan :
Nilai MAX_REQ_SEQ yang tinggi dapat meningkatkan access probability, tetapi juga dapat menunda waktu akses, nilai MAX_REQ_SEQ yang rendah akan mengurangi access probability, tetapi mengurangi waktu akses.
[/box]

– MAX_RSP_SEQ
Definisi : Jumlah maksimum dari access probe sequences untuk access channel response.Nilainya harus lebih besar dari 0.

Range: 1~~15, default value is 2

[box type=”info”] Catatan:
Nilai MAX_ RSP_SEQ yang tinggi dapat meningkatkan access probability, tetapi juga dapat menunda waktu akses ; rendah MAX_ RSP nilai _SEQ akan mengurangi kemungkinan akses, tetapi mengurangi waktu akses.
Untuk mengkonfirmasi jika BTS menerima permintaan akses atau mengirim pesan ACK , cara terbaik adalah mulai melacak sinyal untuk MS.[/box]

Metode Optimasi:

Periksa background parameter setting dan adjust access parameter.

10.Beberapa analisa ketika MS termination call tidak berhasil

Tipikal kasus yang sering terjadi:

– Originated MS sinyal normal.
– Originated MS berakhirdengan indikasi “nomor yang Anda tuju sedang berada diluar jangkauan”.

Analisa:

– Alasannya Umumnya mungkin sebagai berikut:
1. MS terminate dikarenakan berada dilaur servise area atau sinyal coverage yang lemah.
2. MS terminate dikarenakan melintasi LAC dan belum melakukan pendaftaran lokasi update.
3. MS terminate dikarenakan dalam state idle handoff .

– Untuk mengkonfirmasi alasan yang menyebabkan masalah, perlu menganalisis kondisi dan menemukan masalah.
– Pastikan jika MS terminate dalam cakupan area dan putuskan jika alasannya adalah MS telah pindah area jangkauan atau sinyal terlalu lemah.
– Pastikan jika MS terminate pada perbatasan dua Lac, putuskan jika alasannya adalah MS tidak melakukan registrasi (SSignal tracing dapat digunakan untuk menganalisis), biasanya dalam satu kota harus diserahkan hanya satu daerah LAC, kecuali kota yang sangat besar.

Jika kedua kasus di atas dapat dikesampingkan, sangat mungkin bahwa MS hanya berada pada idle handoff dan tidak bisa terminated dengan sukses.

[box type=”info”] Catatan:
Sistem tidak mendukung access handoff juga dapat menyebabkan terminated call failure. Ketika MS paged berhasil dan MS hanya bergerak dari sel ke sel lain saat itu, MS akan access failure dikarenakan sistem tidak mendukung access handoff dan sel saat pilot fade terlalu cepat.

Dalam hal ini, pada sisi MSC sering mengirimkan voice record untuk origination MS seperti: “Jaringan yang sedang sibuk, silakan ulang kembali”.Operator yang berbeda dapat mengirim voice record yang berbeda.
[/box]

Metode Optimasi:

– Jika alasannya adalah coverage, hal tersebut normal.
– Jika alasannya adalah pada persimpangan LAC , cek perencanaan LAC .Biasanya perbatasan LAC harus ditetapkan pada area low trafik.
– Jika alasannya adalah idle handoff, hal tersebut adalah fenomena yang biasa .Jika masalah sangat berat , pertimbangkan untuk mengadjustment struktur topologi jaringan dan merubah area idle handoff.

This entry was posted in CDMA, Telekomunikasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s