Penambahan Sinyal Radio pada Sistem CDMA

2 gelombang radio digabungkan dengan menambahkan amplitudo dan level tegangan. (Dengan cara yang sama, suara audio digabungkan dengan menambahkan amplitudo dan tekanan atmosfer.)

Terlihat seperti sebuah konsep yang mudah, tetapi tidak sesederhana yang dilihat. Kadang-kadang satu ditambah satu adalah dua, kadang-kadang empat, kadang-kadang nol, dan kadang-kadang satu. Dengan meminjam baris dari George Orwell 1984 , kadang-kadang semuanya sekaligus.

Statistik Rata-rata penambahan tegangan yang tidak berkorelasi adalah power sum (penjumlahan power). Untuk menempatkan ini dalam bahasa yang lebih jelas, jika sinyal radio tidak sinkron secara erat dalam beberapa cara, maka sinyal gabungannya adalah jumlah dari level powernya. Jika penerima menerima 10 pW (pico-watt) dari sumber A, 13 pW dari sumber B, dan 32 pW dari sumber C, maka sinyal gabungan dari tiga sumber yang tidak berkorelasi total akan menjadi55 PW (10 + 13 + 32)= 55 . Satu ditambah satu adalah dua untuk penambahan tidak berkorelasi.

Dalam CDMA, harus banyak memperhatikan untuk korelasi dan bagaimana sinyal yang berkorelasi. Jika dua gelombang dari frekuensi yang sama pada fase yang sempurna, kemudian menambahkan tegangan yang akan meningkatkan power dengan kuadrat tegangan. Dapat disebut dengan coherent sum (penjumlahan koheren). Jadi 10-V, 2-W sinyal yang koheren ditambahkan dengan yang 10-V, 2-W menghasilkan sinyal 20-V ,8-W sinyal radio. Untuk penambahan koheren, satu ditambah satu adalah empat.

Jika frekuensi sama tetapi fase berlawanan, pergeseran fasa 180 derajat, maka didapatkan pengurangan bukan sebuah penambahan tegangan. Dalam hal level yang sama dan fase yang berlawanan, didapatkan complete cancellation, tidak ada sinyal sama sekali. Sebuah contoh penting seperti complete cancellation adalah sinyal yang mengambil dua buah jalan ke tempat tujuan yang sama, dimana satu jalur adalah setengah panjang gelombang lebih lama dari yang lain. Jika dua jalur memiliki sinyal path gain yang sama, maka sinyal yang diterima akan berkurang secara drastid . Ketika berada pada luar fase, satu ditambah satu adalah nol.

Dua buah sinyal dapat diatur menjadi ortogonal sehingga sinyal berada dalam fase . Hasilnya adalah bahwa penerima mencari salah satu dari sinyal-sinyal tidak memiliki kontribusi lebih dari sinyal yang terganggu. Pada sistem CDMA, cdmaOne (sebelum standar Qualcomm IS-95 ), menggunakan kode ortogonal untuk membuat setidaknya 64 sinyal dalam teorinya, tidak memiliki gangguan satu sama lain. Untuk sinyal ortogonal, satu ditambah satu adalah satu.

Ketika pergeseran fasa adalah 90 derajat, maka jumlah tegangan adalah jumlah power, dan satu ditambah satu adalah dua. Dalam fase kuadran I dan Q komponen dari sinyal yang termodulasi adalah 90 derajat yang keluar dari fase satu sama lain. Jadi, power total sementara adalah jumlah semuanya, komponen I dan Q ortogonal satu sama lain, dan penerima dapat membedakannya dan satu ditambah satu adalah satu.

This entry was posted in CDMA, Telekomunikasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s