Tower dan Kabel

Pertanyaan besar untuk banyaknya base-station yang tersebar adalah bagaimana membangun sebuah tower-tower tersebut pada sebuah ketinggian . Tower yang tinggi memiliki cakupan area yang lebih luas, tetapi juga lebih mahal, dan sebuah tower sering mendapat perlawanan dari warga sekitarnya. Lebih mudah untuk mendapatkan persetujuan zonasi untuk memasang tower yang rendah atau colocate antena pada tower yang sudah ada. Setiap jenis tower radio dapat digunakan untuk colocation. Ada juga berbagai teknik untuk membuat tower tidak begitu menonjol, yaitu dengan menempatkan tower pada atas sebuah bangunan dan menyamarkan tower diantara pohon-pohon atau pada tiang pencahayaan. Antena ditempatkan pada platform pada setiap ketinggian dari dasar ke puncak tower sehingga jika kemudian antena perlu diturunkan, tower tidak dipotong lebih pendek.

Tata letak awal dari sel sebuah sistem yang baru biasanya sebuah sel grid dengan cakupan yang luas. Disebut dengan cakupan sel karena misinya adalah untuk menciptakan sebuah wilayah yang dapat melayani layanan telepon nirkabel. Tower ini harus tinggi untuk mencapai sejauh mungkin. Cakupan sel yang kedua untuk memenuhi kebutuhan pelanggan awal dan juga menyediakan metode yang relatif murah untuk memenuhi Federal Communication Commission (FCC) yaitu peraturan persyaratan bahwa provider seluler harus menyediakan cakupan untuk persentase tertentu dari daerah tersebut dan persentase tertentu dari populasi yang dicakup oleh penyedia lisensi.

Kemudian, ketika memiliki lebih banyak pelanggan, dapat menambahkan pertumbuhan sel yang lebih kecil dan mengubah sel-sel yang sebelumnya ke dalam sel pertumbuhan yang lebih kecil juga. Memiliki antena yang lebih rendah membantu base station melayani pelanggan di dekatnya dalam sel itu sendiri dan tidak mengganggu pelanggan yang lebih jauh pada sel lain. Ini berarti bahwa platform pada tower tinggi yang sebelumnya mungkin perlu diturunkan.

Masing-masing Antena memiliki kabel sendiri yang menghubungkan peralatan pada shelter dengan antena yang tinggi pada sebuah tower. Setiap kabel harus memiliki impedansi listrik yang cukup rendah agar tidak kehilangan sinyal terlalu banyak dan harus cukup terlindung dari hal  pola radiasi antena itu sendiri dan dari gangguan sektorisasi sel itu sendiri. Jika tower dengan ketinggian 50 m (165 kaki), maka ini berarti 50 m kabel radio frequency (RF) untuk setiap antena. Kabel transmisi antena harus mampu menangani tegangan dan arus dari pemancar.

Setiap puluhan meter panjang kabel penerima memiliki beberapa desibel kerugian. Ketika sebuah base station CDMA menjalankan sebuah sel radius yang cakupan besar , membutuhkan tower yang tinggi, sehingga membutuhkan kabel yang panjang, dan level noise dari penerima adalah faktor yang signifikan bila dibandingkan dengan sinyal lemah yang datang dari terminal pengguna yang jauh. Ketika ini terjadi, dapat menempatkan low noise amplifier (LNA) pada bagian atas tower dan terhubung secara langsung ke antena. Hal ini meningkatkan sinyal yang diterima, menciptakan rasio sinyal-to-noise (S/N) yang lebih tinggi  pada penerima pada bagian bawah tower base-station.

This entry was posted in CDMA, Telekomunikasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s