Microcells, Picocells, dan Repeater

Sering dilakukan untuk memperluas cakupan sel dengan menggunakan menara base station yang lebih tinggi, tapi kadang-kadang ada wilayah tertentu yang sulit dijangkau. atau ada komunitas tertentu yang menarik, banyak permintaan telepon pada ruang kecil. Masalah-masalah itu dapat diatasi dengan menggunakan microcell, picocell, dan repeater.

Microcell adalah sel yang lebih kecil dari radius 500 m.Base station terhubung ke sistem telepon wireless seperti halnya sel lain. Karena cakupan area yang kecil, mikro dapat menggunakan peralatan radio yang lebih kecil dan sederhana. Microcell dijual ke penyedia layanan dalam bentuk paket, sebuah peralatan, kadang-kadang dengan microwave link built-in untuk koneksi ke MSC.

Ketika jangkauan layanan sangat kecil , mungkin dalam satu bangunan, maka digunakan unit yang lebih kecil yang disebut picocells.

Ketika komunitas pelanggan wireless tidak cukup besar dengna menggunakan microcell tetapi sulit dijangkau dengan tower base station biasa,digunakan teknologi repeater untuk memperluas cakupan. Contoh jelasnya adalah pada sebuah bangunan, kereta bawah tanah, dan terowongan, bahkan lembah yang dalam dapat menjadi masalah dalam hal cakupan.

Seperti namanya, repeater menerima sinyal dari sektor dari sebuah base station dan mentransmisikan kembali sinyal yang diterima ke daerah yang sulit dijangkau seperti terowongan. Repeater memang membutuhkan sumber daya eksternal, dan repeater memiliki dua set yaitu penerima dan antena pengirim. Namun, repeater tidak memiliki link langsung ke MSC atau PSTN, seperti base station, microcell, dan picocells lakukan. Repeater mengandalkan air interfacenya dengan base station untuk membawa sinyal kembali ke PSTN. Repeater dapat menjadi sumber utama dari gangguan multipath karena salinan pengiriman dari sinyal yang dilayani. Dalam sistem reuse konvensional (tetapi tidak dalam CDMA), repeater dapat menggeser frekuensi sehingga berkomunikasi dengan sebuah base station pada satu set frekuensi tetapi berkomunikasi dengan terminal pengguna pada satu set yang frekuensi yang berbeda. Dalam sistem CDMA, dimana repeater berkomunikasi dengan base station dan untuk komunikasi dengan terminal pengguna pada frekuensi yang sama, sambungan ke base station harus terisolasi dengan baik dari antena repeater.

This entry was posted in CDMA, Telekomunikasi and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s